169 Bahasa Etnis Terancam Punah

KEBERAGAMAN bahasa etnis di Indonesia yang terbagi atas rumpun Austronesia dan non-Austronesia terancam punah. Ancaman kepunahan cenderung terjadi pada rumpun non-Austronesia, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

Urbanisasi dan perkawinan antaretnis menjadi faktor paling berpengaruh.

”Karena jarang digunakan, pada akhir abad ke-21 diperkirakan hanya sekitar 10 persen bahasa etnis yang bisa bertahan,” kata Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Abdul Rachman Patji dalam seminar di LIPI, Jakarta, Kamis (15/12).

Menurut Rachman, dari referensi penelitian, ada 169 bahasa etnis yang terancam punah. Urbanisasi memengaruhi daya hidup bahasa etnis karena bahasa etnis cenderung ditinggalkan ketika berinteraksi dengan etnis lain. Jika seseorang pindah ke kota besar, bahasa yang dipilih sebagai bahasa komunikasi antaretnis adalah bahasa Indonesia.

”Sebenarnya, penyebab utamanya karena orangtua tidak mengajarkan anak-anaknya atau aktif menggunakan bahasa etnis di rumah. Terjadi pula proses penelantaran bahasa,” kata Rachman.

Pakar linguistik dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Benny Hoed, menjelaskan, bahasa etnis sebagai kearifan lokal dan perekat kini menghadapi ancaman dari bahasa asing, terutama bahasa Inggris. (LUK)

Sumber: Kompas 16 Desember 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s